Resensi Novel Dilan 1990
Nama : Enina Deolinta
Kelas : XII IPS 2
R E S E N S I
1. Judul Novel :
DILAN 1990
2. Indentitas novel : Judul
: DILAN, Dia adalah
Dilanku tahun 1990
Pengarang : Pidi Baiq
Penerbit : PT Mizan Pustaka
Tahun
terbit : 2014
Halaman : 330,
Tebal : 20,5 cm
ISBN : 978-602-78870-41-3
3. Sinopsis :
Dia adalah Dilanku tahun 1990
menceritakan tentang kisah cinta Milea. Milea adalah
seorang murid baru pindahan Jakarta dan dia saat menuju sekolah, ia bertemu dengan seorang teman satu sekolahnya, seorang PERAMAL. Peramal itu mengatakan bahwa nanti mereka akan bertemu di kantin. Awalnya Milea menghiraukan peramal itu, tapi setiap hari peramal itu selalu mengganggunya. Mau tidak
mau, milea mulai
mencari tahu, laki laki peramal itu bernama Dilan. Sejak saat
itulah cerita mereka di mulai, dan milea sadar bahwa dilan adalah pria yang baik ketimbang pacarnya
adalah benny yang di Jakarta.
4. Unsur Intrinsik
: Tema : Percintaan
Penokohan Protagonis : Milea, Dilan, Nandan, Bunda
Antagonis : Anhar, Susi, Beni
Tritagonis
: Waty, Rani, Nandan, Piyan, Milea, ibu milea, disa, bi Eem, kang adi, suripto, Ibu rini, pak hamid
Alur : Mundur
Latar Waktu :
pagi, siang, sore, malam
Tempat : sekolah, warung bu eem, Rumah Milea, rumah Dilan, kelas, Pasar dan sejumlah jalan.
Gaya bahasa : Menggunakan gaya bahasa sehari -hari
Sudut pandang : Orang pertama, sudut pandang 3
Amanat : Cinta tidak bisa di ukur dari hal yang
besar tapi dari kesederhaan kita bisa membuat cinta menjadi kenyamanan.
5. Unsur
Ekstrinsik : Nilai Agama : Dilan mengucapkan salam Asalamwalaikum
Nilai Sosial : ada rasa kesetiakawanan dalam cerita ini
Nilai Moral : baiknya yaitu dilan memberi salam kepada
orang yang lebih tua. Sedangkan nilai buruknya Dilan berantam dengan guru.
Nilai Budaya : Dilan berbahasa daerah bandung saat berbicara dengan penjual.
Nilai Ekonomi : Dilan melakukan transaksi dengan penjual sayuran
6. Kekurangan : 1. Tidak konsisten di dalam penggunaan gaya bahasa seperti : gak, engga.
2. Akhirnya menggntung (meski bukan
benar yang terakhir, menggiatnya
yang lanjutan 1991 1) tapi tetap membuat penasaran
3. Beberapa humor terasa garing dan
terkesan seperti dipaksakan.
7. Kelebihan : 1. Dapat membuat cerita lebih hidup
2. Bahasa begitu sederhana
3. Membuat kita bernostalgia ke zaman masa SMA
8. Kesimpulan : Cerita ini mengiatkan kita pada masa
masa sekolah yang dimulai dari kisah pertemanan, murid hingga guru hingga kisah percintaan
SMA, dan kisah
ini juga menyampaikan kepada kita betapa artinya cinta bagi kita dan mengajarkan bagaimna bersikap baik, sopan,
lembut kepada seorang perempuan itu
baik maupun Ibu atau Pacar.
Comments
Post a Comment